Saturday, July 16, 2005

Sang Gembala

Hamparan rumput hijau
Memenuhi pandangan mata
Tak terbatas cakrawala
Yang disinari sinar jingga

Hembusan angin membelai raga
Berkibaran bak bendera
Daun melambai-lambai lemah
Kepada makhluk dibawahnya

Bambu lonjong berlubang-lubang
Ditiupkan suara sumbang
Digubah menjadi riang
Menemani sejak siang

Sang gembala bersiul ringan
Mengiringi kawanan sapi
Ternaknya yang sedang lahap
Memamah rumput ilalang

Satu kata, dua kata
Gembala mulai bercerita
Meski tidak ada yang mendengar
Dia senantiasa berbicara

Hanya satu sapi yang terdiam
Memandang syahdu sang gembala
Sapi ompong yang berdiri dekat
Tanpa bersuara tanpa mencela

Ketika gembala terdiam
Sang sapi mengembu pelan
Meminta gembala untuk berdongeng
Apa saja yang ada di kepala

Tapi matahari sudah lelah
Memancarkan sinar jingga
Malam kelam mulai merambat
Menyelimuti alam dengan misterinya

Gembala pun menggiring sai-sapinya
Menuju ke peraduan malam
Tapi esok dia kembali
Ditemani sapi ompong yang setia

0 Comments:

Post a Comment

<< Home