Friday, July 29, 2005

He's back

Ya Tuhan,.. dia datang lagi. He’s back

Aku tak tahu, apa yang harus kulakukan. Padahal aku sudah berusaha untuk melupakannya. Berusaha untuk tidak mengingatnya. Berusaha meyakinkan diriku sendiri, kalau dia tidak akan datang lagi. Dia tidak akan kembali lagi. Sehingga aku bisa melihat kepada yang lain.

Tapi kenyataannya, dia kembali. Kembali hadir di hidupku. Kembali menghantui setiap mimpi-mimpiku.

Aku baru sadar. Meski aku berlari kemana pun, sekencang apa pun, dia tetap mengikutiku. Seolah ada rantai yang membelenguku untuk terus ada dalam genggamannya. Aku hanya ingin bebas. Bebas menikmati hidup seperti yang lain. Tapi tidak bisa. Itu semua karena dia.

Pernah aku menduga, aku sudah melupakannya. Meninggalkannya. Tapi kenyataannya, aku tidak pernah bisa lepas darinya. Dia selalu datang di saat yang tak terbayangkan. Di tengah aku sedang menikmati keindahan yang lain.

Kenapa dia datang? Tapi kenapa juga dia meninggalkanku? Apa yang diinginkannya? Kenapa tidak membebaskanku? Sampai kapan aku dibelenggu?

Memang, dulu aku selalu mengharapkannya. Selalu memimpikannya baik saat tidur atau pun terjaga. Hanya dia yang ku mau. Tapi kenyataannya, dia malah menghilang tak tentu rimbanya. Meninggalkanku sendirian. Dengan terus berharap dan menunggu. Penantian panjang melelahkan yang tak ada ujungnya.

Namun di saat kucoba untuk melupakan, dia malah datang. Padahal ada yang lain. Tapi karena dia datang, aku tidak bisa memilih yang lain. Sebab dia adalah yang utama. Yang kupuja. Yang kuharap. Yang kutunggu.

Hanya saja, dia tidak memberi jawaban. Dia terus diam membisu. Mengawasiku dari tempatnya yang terlindung. Mencengkeramku dengan kuat.

Seharusnya dia tahu. Sudah berapa banyak, air mata mengalir untuknya. Berapa banyak perban untuk menutup luka yang dia torehkan. Dan berapa seringnya hatiku hancur berkeping-keping. Tidak utuh lagi dan menjadi rapuh. Sangat rapuh.

Tapi dengan kejamnya, dia tidak melepaskanku.

Aku ingin menguburnya jauh-jauh di belakang sadarku. Menatap esok yang penuh liku. Mencari sosok lain yang akan membahagiakanku.

Meski aku sadar sepenuhnya. Aku tidak bisa melupakannya. Tidak bisa mengganti posisinya. Dan terus mencari bayangannya.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home